no image
MATERI
KONSEP DASAR PELUANG
Nama : EVNI SRI WAHYUNI HRP
Nim : 1720200072
Pengertian Peluang
Peluang adalah besarnya probabilitas atau kemungkinan berlangsungnya suatu kejadian. Konsep peluang ini tidak hanya diterapkan pada hal-hal yang bersifat sederhana seperti permainan dadu, melainkan pada hal yang lebih kompleks, seperti investasi, ramalan cuaca, asuransi, dan lainnya. Itulah mengapa, materi peluang perlu dikenalkan sejak di bangku sekolah.
Konsep Dasar Peluang
Konsep dasar peluang merupakan penjabaran lebih rinci tentang besaran-besaran apa yang harus kamu kuasai. Konsep ini diperoleh melalui percobaan. Adapun konsep dasar peluang meliputi ruang sampel dan titik sampel.
Ruang Sampel
Ruang sampel adalah himpunan semua kemungkinan hasil yang didapatkan dari suatu percobaan. Ruang sampel biasa dinyatakan sebagai S. Contohnya, ruang sampel dari dadu adalah angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Titik Sampel
Titik sampel adalah bagian dari ruang sampel. Contohnya adalah saat kamu melemparkan satu buah dadu, salah satu kemungkinan angka yang akan keluar adalah 4.
Contoh: Dari seperangkat kartu bridge, akan diambil satu kartu secara acak. Tentukan ruang sampel percobaan tersebut!
Pembahasan: Dalam seperangkat kartu bridge, ada 4 jenis kartu, yaitu hati, sekop, wajik, dan keriting. Masing-masing kartu terdiri atas 13 kartu, yaitu As sampai King. Dengan demikian, ruang sampelnya adalah 4 × 13 = 52 kartu.
Pengertian Peluang Klasik
Peluang klasik adalah peluang pertama yang dipelajari oleh para matematikawan di abad ke-17 dan 18. Semua kejadian yang akan terjadi ditentukan melalui ruang sampel. Pada peluang jenis ini, semua kejadian diasumsikan memiliki peluang yang sama untuk terjadi. 
Untuk menentukan peluang kejadian A, kamu harus membandingkan antara banyaknya kejadian A dan banyaknya keluaran pada ruang sampel. Secara matematis, kejadian A ditulis sebagai berikut:
P(A) = 
 Contoh: Dari seperangkat kartu bridge, akan diambil kartu merah bernomor 10. Tentukan peluang terambilnya kartu merah bernomor 10!
Pembahasan: Seperangkat kartu bridge terdiri dari 52 kartu. Artinya, banyaknya ruang sampel percobaan tersebut n(S) = 52. Terambilnya kartu merah bernomor 10 menunjukkan   n(A) = 2. Berdasarkan teori peluang klasik diperoleh: 
P(A) =  = 
   = 

Jadi, peluang terambilnya kartu warna merah nomor 10 adalah 1⁄26.
Kejadian-Kejadian Komplemen
Konsep penting lainnya yang harus kamu pelajari di materi peluang ini adalah kejadian yang saling berkomplemen. Komplemen kejadian A adalah kejadian yang terjadi di ruang sampel selain A. Kejadian komplemen ini biasa dinyatakan dengan Ac. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut:
 n
Mengingat semua jumlah kejadian = 1, maka persamaan di atas menjadi seperti berikut.
P(A)  + P() =  1 atau P() = 1 – P(A)
Contoh: Jika peluang siswa SMA Taruna gagal dalam ujian adalah 0,0001, tentukan peluang siswa SMA Taruna berhasil dalam ujian!
Pembahasan: Misalkan A adalah kejadian siswa SMA Taruna gagal dalam ujian. Dengan demikian, Ac adalah kejadian SMA Taruna berhasil dalam ujian. Berdasarkan persamaan komplemen kejadian, diperoleh:
P(Ac) = 1 – P(A)
          = 1 – 0,0001
          = 0,9999
Jadi, peluang siswa SMA Taruna berhasil dalam ujian adalah 0,9999.
Peluang Empirik
Peluang empirik adalah peluang suatu kejadian yang diperoleh dari hasil observasi atau kejadian nyata. Secara matematis, peluang empirik dirumuskan sebagai berikut.
P(A) = = 
 Contoh: Suatu perusahaan ingin meneliti pilihan transportasi masyarakat dari Jakarta ke Bandung. Perusahaan tersebut memilih 100 responden dari beberapa kecamatan di Jakarta. Hasil dari penelitian tersebut ditunjukkan oleh tabel berikut.
Pilihan transformasi
frekuensi

Bus
16

Kereta api
29

Mobil pribadi
20

Mobil umum
16

Motor
11

Pesawat
9

Tentukan peluang masyarakat memilih mobil umum dari Jakarta ke Bandung!
Pembahasan: Jika A adalah kejadian masyarakat memilih mobil umum, ini berati f(A) = 15. Dengan demikian,peluangkejadian A adalah sebagai berikut:
P(A) = = 
  = 
Jadi, peluang masyarakat memilih mobil umum dari Jakarta ke Bandung adalah 0,15 atau 15%.
Aturan Penjumlahan Peluang
Aturan penjumlahan peluang merupakan metode yang digunakan ketika dua kejadian atau lebih berlangsung secara beriringan.
Kejadian Tidak Saling Lepas
Contohnya saat pemilihan ketua OSIS. Saat memilih ketua OSIS, kamu ingin tahu apakah calon ketua OSIS-mu ganteng dan pintar, atau pintar saja tetapi tidak ganteng, atau ganteng saja tetapi tidak pintar? 
Kejadian ini disebut kejadian tidak saling lepas. Aturan penulisan kejadian tidak saling lepas adalah sebagai berikut, rumus untuk kejadian A dan B tidak saling lepas:
P(A∪B = P(A) + P(B) – P(A∩B)
Kejadian Saling Lepas
Contohnya adalah kamu ingin tahu apakah calon ketua OSIS-nya laki-laki atau perempuan. Artinya, tidak mungkin seseorang bersamaan antara laki-laki atau perempuan.  Dengan demikian, kejadian tersebut dinamakan kejadian saling lepas. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut, rumus untuk kejadian A dan B saling lepas:
P(A∪B = P(A) + P(B)
Aturan Perkalian Peluang
Pada prinsipnya, aturan perkalian hampir sama dengan penjumlahan. Hal yang membedakan adalah contoh kasusnya. 
Kejadian Tidak Saling Bebas
Contoh kamu memiliki 3 lusin buku dengan rincian 1 lusin buku sains, 1 lusin buku fiksi, dan 1 lusin buku novel. Saat kamu mengambil sebuah buku tanpa pengembalian, tentunya akan akan berpengaruh pada jumlah keseluruhan buku, kan? 
Artinya, peluang pada pengambilan kedua berbeda dengan pengambilan pertama karena buku tidak dikembalikan kembali. Secara matematis, kejadian tidak saling bebas kejadian A dan B dirumuskan sebagai berikut:
P(A∩B) = P(A).
Kejadian Saling Bebas
Contohnya kamu melemparkan koin dan dadu secara bersamaan. Kamu ingin tahu peluang munculnya koin bergambar angklung dan dadu bernomor 5. 
Jelas bahwa koin dan dadu tidak saling berpengaruh satu sama lain. Kejadian ini disebut kejadian saling bebas. Secara matematis, kejadian A dan B saling bebas dirumuskan sebagai berikut: 
P(A∩B) = P(A).P(B)


Peluang Kejadian Bersyarat
Pada keadaan tidak saling bebas, kamu mengenal persamaan berikut:
P(A∩B) = P(A).
Jika kedua rumus dibagi P(A) diperoleh:

P(B|A) dibaca peluang kejadian B terjadi setelah A.
Contoh tentang aturan penjumlahan dan perkalian peluang serta peluang kejadian bersyarat, simak contoh soal berikut:
Contoh Soal 1: Berikut ini merupakan data sebaran anggota serikat buruh dari 5 kota besar di Indonesia. 
Nama kota
Frekuensi

Bandung
314

Jakarta
258

Yogyakarta
345

Medan
267

Padang
113


Jika hendak dipilih 1 orang secara acak untuk menjadi ketua serikat buruh, tentukanpeluang terpilhnya ketua serikat buruh dari Kota Bandung atau Padang!
Pembahasan: Diketahui: n = 1.297 
Misalkan A adalah kejadian terpilihnya ketua serikat buruh dari Bandung dan B kejadian terpilihnya ketua serikat buruh dari Padang. Kedua kejadian tersebut tidak mungkin terjadi secara bersamaan, sehingga disebut kejadian saling lepas.
P(A∪B = P(A) + P(B)
     = 
Jadi, peluang terpilihnya ketua serikat buruh dari Kota Bandung atau Padang adalah 427⁄1297.
Contoh Soal 2: Departemen Kepolisian suatu kota melaporkan bahwa tahun 2014 terjadi 10 kasus, 2015 terjadi 8 kasus, dan 2016 terjadi 5 kasus kejahatan. Jika pihak kepolisian akan memilih dua kasus secara acak, tentukan peluang terpilihnya kasus pada tahun 2014.
Pembahasan: Pemilihan kasus pertama akan berpengaruh pada kasus kedua karena banyaknya kasus pada pemilihan kedua akan berkurang. Ini berarti, pemilihan kasus kejahatan pertama di tahun 2014 dan pemilihan kasus kedua tahun 2014 merupakan kejadian tidak saling bebas. Dengan demikian, diperoleh:
P(2014∩2014) = P(2014).
Jadi, peluang terpilihnya kasus dari tahun 2014 adalah 45⁄253.
Contoh Soal 3: SMA Manggala memberikan kuesioner tentang setuju tidaknya para siswa untuk melakukan study tour ke TMII. Kuesioner tersebut dibagikan pada seratus siswa kelas IX. 

Ya
Tidak
Jumlah

Laki – laki
24
16
40

Perempuan
13
47
60

Jumlah
37
63
100


Jika pihak sekolah ingin mengambil jawaban satu orang secara acak, tentukan peluang terpilihnya jawaban ya dari siswa laki-laki!
Pembahasan: Kejadian tersebut bersyarat. Artinya, siswa harus memberikan jawaban ya/tidak, barulah pihak sekolah akan mengambil jawabannya

Jadi, peluang siswa laki-laki yang menjawab ya adalah 0,6 atau 60%.
Ada tiga komponen penting dari peluang yaitu eksperimen/ percobaan, ruang sampel dan peristiwa
Eksperimen E adalah percobaan/ kegiatan darimana suatu  gejala atau pengukuran diamati. Suatu eksperimen biasanya menghasilkan lebih dari satu hasil (misalnya lulus tidak lulus,muncul angka atau gambar, muncul angka genap, muncul angka ‘1,2, dan seterusnya), hasil yang tidak bisa diuraikan menjadi hasil yang lebih kecil disebut titik sampel.
Contoh eksperimen yaitu sebagai berikut:
1.) Melempar uang logam  1 kali atau 2. 
2.) Mengamati lamanya sambungan telfon dalam detik dalam 1 hari.
3.) Mengamati banyaknya lemparan uang logam yang diperlukan sampau muncul angka
4.) Mengamati banyaknya hubungan telfon dalam 1 hari pada satu nomor, dll.
Titik sampel adalah hasil yang tidak dapat didekomposisi menjadi hasil yang lebihkecil. Titik sampel biasanya dinotasikan dengan Ei; i = 1; 2; 3; 
Contoh titik sampel dari suatu eksperimen adalah:
1.) Pada eksperimen melempar uang logam  2 kali, titik sampelnya adalah AA; AG; GA; GG
2.) Pada eksperimen melempar dadu 1 kali, titik - titik sampelnya adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6
3.) Pada eksperimen menyusun bilangan puluhan dari angka {0, 1, 2, 3}; titik - titik sampelnya adalah bilangan - bilangan 10; 11;….; 33;
Ruang sampel adalah himpunan semua titik sampel yaitu semua hasil yang mungkin terjadi.. Ruang sampel biasanya dinotasikan dengan  S.
Ruang sampel dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Ruang sampel diskrit, jika terdiri atas titik-titik sampel berhingga atau tak berhingga secara terhitung (countably infinite), yaitu apabila dapat dibuat korespondensi satu - satu dengan antara ruang sampel itu dengan sebagian atau seluruh himpunan bilangan asli. 
2. Ruangsampel kontinu, apabila memuat titik - titik sampel yang tak ternomorkan (nondenumarable),yaitu tidak bisa dikorespondensikan satu - satu dengan sebagian atau seluruh bilangan asli. 
Contoh Ruang sampelnya seperti berikut ini: 
Untuk pelemparan uang logam satu kali S = { A; G} sedangkan untuk melempar uang logam dua kali S = { AA; AG; GA; GG }
Untuk melempar satu dadu ruang sampelnya adalah S = { 1, 2, 3, 4, ,5 ,6 } sedangkan untuk melempar dua dadu ruang sampelnya adalah  S = { 1; 1}, { 1; 2},…….{ 6; 6}
Ruang sampel bilangan puluhan yang bisa dibuat dari angka - angka yang ada (tak berulang)adalah S = { 10; 12; 13; 20; 21; 23; 31; 32 }
Ruang sampel lama waktu sambungan telfon (misalnya dalam satuan detik) adalah  S = { x V O < x <  }
Ruang sampel banyaknya hubungan telfon adalah  S = { 0, 1, 2, …}
Ruang sampel banyaknya lemparan yang diperlukan adalah  S = { 1, 2, 3, …}
Pada contoh eksperimen lamanya sambungan telfon merupakan eksperimen dengan ruang sampel kontinu, sedangkan sisanya merupakan eksperimen dengan ruang sampel diskrit.
Peristiwaadalah sebagian dari ruang sampel yang menjadi pusat perhatian kita. Peristiwa merupakan subsut dari ruang sampel dan dinotasikan dengan huruf besar misalnya  A, B. 
Secara khusus S disebut juga peristiwa yang pasti, sementara ∅ disebut peristiwa yang mustahil. Pada dasarnya ruang sampel S adalah himpunan semesta dari suatu kejadian dengan unsur-unsurnya adalah titik sampel. Sedangkan peristiwa adalah himpunan bagian dari himpunan semesta.
Peristiwa A dan  B dikataan saling bebas (mutually independent) & apabilat erjadinya peristiwa  A tidak mempengaruhi terjadinya peristiwa  B dan sebaliknya. 
Contoh Pada eksperimen/ percobaan tossing (melempar) satu uang logam, dengan muka angka A dan gambar G, sebanyak dua kali maka:
Ruang sampelnya adalah S = { AA; AG; GA; GG }
Beberapa peristiwa yang bisa diamati diantaranya adalah munculnya dua gambar ataumunculnya satu gambar
Peristiwa A dan B dikatakan tidak saling lepas (mutually exclussive) & apabila peristiwa A tidak mungkin terjadi bersama sama dengan peristiwa B.
contoh peristiwa - peristiwa yang saling bebas yaitu :
Munculnya mata dadu pada dadu pertama dan mata dadu pada dadu kedua jika dua dadu dilempar sekaligus
Munculnya A pada pelemparan pertama dan G pada pelemparan kedua bila uang logam dilempar dua kali.
Contoh peristiwa yang tidak saling bebas adalah pengambilan bola dari ember  bola. Bila dalam satu ember ada bola merah dan + bola putih dan dilakukan pengambilan dua kali tanpa pengembalian, maka peristiwa terambil bola pertama merah dan terambil bola kedua putih adalah peristiwa yang tidak saling bebas.
Peluang Bersyarat
 Peluang bersyarat A terhadap B, P(A) adalah peluang terjadinya A apabila telah terjadi B. Untuk memahami ide peluang bersyarat, misalkan suatu eksperimen diulang banyak kali sehingga menghasilkan beberapa jenis peristiwa misalnya:
1. Peristiwa A ∩ B dengan banyaknya titik sampel  
2. peristiwa A ∩dengan banyaknya titik sampel  
3. peristiwa  ∩ B dengan banyaknya titik sampel na’b
4. peristiwa ∩ dengan banyaknya titik sampel 
jika terjadi B maka peluang terjadinya A sama dengan bisa kita tentukan sebagai:
P =   dengan P (B) 
Dua Peristiwa Saling Bebas
Jika A dan B saling bebas & maka pristiwa A tidak bergantung pada B & dengan katalain
 P  
Dua peristiwa dikatakan saling bebas apabila terjadinya peristiwa yang satu tidak dipengaruhi oleh peristiwa yang lain.Dengan kata lain, peluang terjadinya peristiwa yang satu, tidak               dipengaruhi peluang terjadinya peristiwa yang lain.

Dalil Bayes
Defenisi 
Kaidah Bayes Ambil F1, F2, ..., Fn adalah kejadian mutually exclusive dan = S dan kejadian E dapat dituliskan sebagai E =  ∩ Fi) = S 
maka P  = 
              = P 
Contoh :
Anggap terdapat 5 harddisk baik dan 2 harddisk rusak pada satu kemasan. Untuk mendapatkan harddisk yang rusak, dilakukan pengujian dengan cara mengambil dan menguji satu per satu secara acak tanpa pemulihan. Berapa peluang diperoleh 2 harddisk rusak pada dua pengujian yang pertama? 
Jawab : 
Misal D1 dan D2 adalah kejadian diperoleh harddisk rusak pada pengujian pertama dan kedua. Maka P(D1) =  dan P(D2 | D1) =sehingga P(D1 ∩ D2) = P(D1)P(D2|D1)
         = = 
Sifat – sifat peluang
Peluang besarnya dari 0 sampai dengan 1.
Peluang sampel besarnya sama dengan 1
Probabilitas kejadian A atau B P (AuB) = P(A) +P(B) - P(AnB)
Tidak ada 2 kejadian yang sama terjadi bersamaan pada waktu yang sama, P(AuB) = P(A)+P(A)
 P(A') = 1 - P(A)
Jika ada 2 kejadian A dan B indipenden P(AnB) =P(A) X P(B)
Jika 2 kejadian tidak indipenden P(AnB) = P(A) X P(B/A)
Peluang Berdasarkan Tekhnik Membilang
Dalam penghitungan nilai peluang sebuah peristiwa, peristiwanya bisa saja ditentukan berdasarkan aturan perkalian, permutasi dan kombinasi.
1. Permutasi adalah pengaturan atau penyusunan beberapa unsur dengan memperhatikan urutan. Definisi permutasi disajikan sebagai berikut:
“Permutasi sekumpulan obyek/unsur adalah suatu pengaturan dengan memperhatikan urutan dari semua obyek atau sebagian. Dengan kata lain, permutasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia (dengan tiap unsur berbeda dan r ≤ n ) adalah susunan dari r unsur itu dalam suatu urutan”.
Rumus umum banyaknya permutasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia adalah sebagai berikut,  = . 
Secara umum rumus untuk permutasi n unsur yang memuat k, l, m, dan seterusnya unsur yang sama adalah sebagai berikut. P = 
Contoh: 
1. Hitunglah permutasi 6 unsur yang diambil dari 7 unsur yang tersedia. 
2. Berapa banyak susunan huruf yang dapat dibentuk dari huruf-huruf M, A, D, danU 
Penyelesaian: 
1. Permutasi 6 unsur yang diambil dari 7 unsur yang tersedia adalah
7P6 =  = 
= 1.2.3.4.5.6.7
= 5040
2. Huruf-huruf pada M, A, D, dan U semuanya berbeda, sehingga banyaknya susunan huruf yang dapat dibentuk adalah 
4P4 = = 
= 1.2.3.4
=24
2. Kombinasi Kombinasi merupakan pengaturan atau penyusunan beberapa unsur tanpa memperhatikan urutan. Dapat didefenisikan “Kombinasi sekumpulan unsur adalah suatu pengaturan dari semua atau sebagian unsur dengan tidak memperhatikan urutan. Dengan kata lain, kombinasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia (dengan tiap unsur berbeda dan r ≤ n ) adalah susunan dari r unsur itu tanpa memperhatikan urutan”.
Banyaknya kombinasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia dinyatakan dengan nCr dan ditentukan dengan rumus berikut ini. nCr = 
Contoh:
Hitunglah 10C4
Tentukan banyaknya kombinasi dari 5 unsur yang diambil dari 9 unsur yang tersedia.
Penyelesaian:
Berikut adalah perhitungan 10C4
10C4 = 
      =  = 
2. Banyaknya kombinasi dari 5 unsur yang diambil dari 9 unsur yang tersedia berarti kita akan menghitung 9C5 sebagai berikut. 
9C5  = 
      =  = 

no image
       Bismillaaahirrohmaaanirrohiiim
Assalamualaikum wr.wb

NAMA : EVNI SRI WAHYUNI HARAHAP
NIM : 1720200072


TUGAS PROYEK AKHIR

Materi tugas proyek akhir :
  1. HIMPUNAN
  2. ALJABAR
  3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
*PEMBAHASAN MATERI

  1. HIMPUNAN
           Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefenisikan dengan jelas, sehingga dengan tetap dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan.

contoh:
  • himpunan semua huruf bilangan abjad, yaitu a, i, u, e, o
  • himpunan semua bilangan genap
  • himpunan semua bilangan ganjil
  • himpunan bilangan - bilangan bulat ganjil
  • Z = {20(x<4,6 x elemen bilangan ganjil}
  • P ={ pisang, jerul, apel, anggur}
  • R = { empat huruf pertama pada abjad}

* NOTASI DAN ANGGOTA HIMPUNAN
  
           Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C,......,Z). Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan {......}.
           Anggota himpunan disebut juga dengan elemen hipunan. Anggota atau elemen himpunan adalah semua unsur yang terdapat didalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan menggunakan simbol dengan bacaan elemen, sedangkan yang bukan dilambangkan dengan bacaan bukan elemen.

* MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
            
            Ada tiga cara untuk menyatakan suatu metode himpunan, yaitu:
  1. Mendaftarkan,  adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggota satu persatu, contoh x bilangan kurang dari 10, ditulis A={ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  2. Menggunkan notasi pembentukan himpunan, yaitu dengan menyatakan suatu himpunan dengan variabel dan menyatakan sifat - sifatnya, contohnya B adalah suatu himpunan yang anggota bilangannya genap, ditulis B={x/x adalah bilangan genap}
  3. Dengan menggunakan kata - kata,  yaitu dengan cara merangkai kata - kata yang menggambarkan suatu bilangan, contoh A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat, ditulis A={ hewan kaki empat}
 HIMPUNAN KOSONG

             Himpunan kosong adalah himpunan ynag tidak memiliki bilangan dan dilambangkan dengan {} atau kosong.
 contoh:
 D={ x/x orang yang tingginya 5 meter}
 F={ x/x billangan prima antar J dan 11}

      Pada contoh diatas adakah saan ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara J dan 11? ( coba piki)
       Sekarang cobalah kalian membuat materi himpunan yang mendefenisikan himpunan kosong ( waktu 5m), jadi dapat disimpulkan bahwa himpunan tersebut tidak dapat didefenisikan sehingga setiap anggota dari kalimat tersebut tidak dapat ditulliskan.

* HIMPUNAN SALING LEPAS
            
            adalah  dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
contoh:
 L={1, 3, 5, 7, 9, 11}
G={2, 4, 6, 8, 10, 12}
   dapat diperhatikan bahwa tidak ada anggota himpunna ynang sama antara himpunna L dan G sehingga dapat disimpulkan bahwa dua himpunan tersebut saling lepas, jadi L//G.

 HIMPUNAN TIDAK SALING LEPAS
        adalah dua himpunan yang tidak kosong diketahui tidak saling lepas ( berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama.
 contoh:
P={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

S={2, 3, 4, 8}
  Himpunan  P dan S tidak saling lepas karena mempunyai anggotabyang sama, yaitu { 2, 3, 4, 8}

             Irisan dua himpunan ( interaksi) adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B.
            Gabungan dua himpunan adalah himpunan semua objek yang mennjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B.


   2. ALJABAR
                
            Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Huruf - huruf yang terdapat dibentuk aljabar digunakan sebagai pengganti angka.
            Dalam mempelajari materi aljabar kita harus mengetahui bentuk dari aljabar tersebut, diantaranya:

  • Variabel
  • Koefisien
  • Konstanta
* variabel yaitu lambang yang diganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas,
* koefisien yaitu sebuah bilangan yang mengandung variabel,
* konstanta yaitu sebuah bilangan yang tidak mengandung variabel  dan sudah diketahui nilainya dengan jelas.

contoh:
1). 2x + 3y +3                                                 2). -4x + (-3y) = 4
variabel = x dan y                                            variabel = x dan y
konstanta = 3                                                    konstanta = 4
koefisien = 2                                                     koefisien = -4 dan -3

*OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
      1). Operasi Penjumlahan dan Pengurangan.
           yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar yang hanya dapat dilakukan pada suku jenis, dengan cara mengoperasikan pada konstanta.
     
      2). Operasi Perkalian dan Pembagian
        *PERKALIAN 
           ingat kembali bahwa pada operasi perkalian bilangan bulat terdapat sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan yaitu a ( b + c ) = ab + ac, dan a ( b - c ) = ab - ac, dan pada operasi perkalian bentuk aljabar sifat ttersebut juga berlaku.
         * PEMBAGIAN
            Operasi pembagian pada bentuk aljabar dilakukan dengan cara membagi konstantanya seperti biasa, namun bentuk variabelnya diperhatikan terlebih dahulu koefisien dari kedua variabelnya kemudian  bagi masing - masing variabelnya dengan koefisiennya.


    
    3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
     
       Sistem Persamaan Linier adalah sekumpulan linier yang terdiri dari beberapa variabel dan dapat menyelesaikan persamaan tersebut.

      * Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ( SPLDV )
         SPLDV yaitu, suatu sistem / kumpulan dua variabel berpangkat satu dan saling berkaitan sehingga terdapat suatu penyelesaian.
         Bentuk umum persamaan linier dua variabel:
ax + by = c, dimana ( ab sebagai koefisien ), ( xy sebagai variabel ) dan ( c sebagai konstanta )

      Dalam penyelesaian soal atau latihan yang terdapat dalam setiap soal dan contoh soal, menyelesaikan jawaban dari setiap tugas dapat mengguankan tiga metode penyelesaian, yaitu eliminasi, subtitusi, dan campuran.

      * Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel ( SPLTV )
        SPLTV yaitu, suatu persamaan yang terdiri dari tiga variabel yang berpangkat lebih dari satu yang saling berkaitan.
          Bentuk umum persamaan linier tiga variabel:
ax + by + cz = d
kx + ly + mz = n,   dengan a, b, c, d, k, l, m, n, p, q, r, s elemen R
px + qy + rz = s

 Dalam penyelesaian contoh soal pada sitem persamaan tiga variabel tersebut yaitu sama dengan penyelesaian sitem persamaan linier dua variabel yaitu dengan cara  eliminasi, subtitusi dan campuran/gabungan.







🔺  TERIMAKASI ATAS PERHATIANNYA 🔺 


""Jangan Pernah Merasa Puas Dengan Ilmu Yang Telah Didapat""

Wassalamualaikum wr.wb

no image
       Bismillaaahirrohmaaanirrohiiim
Assalamualaikum wr.wb

NAMA : EVNI SRI WAHYUNI HARAHAP
NIM : 1720200072


TUGAS PROYEK AKHIR

Materi tugas proyek akhir :
  1. HIMPUNAN
  2. ALJABAR
  3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
*PEMBAHASAN MATERI

  1. HIMPUNAN
           Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefenisikan dengan jelas, sehingga dengan tetap dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan.

contoh:
  • himpunan semua huruf bilangan abjad, yaitu a, i, u, e, o
  • himpunan semua bilangan genap
  • himpunan semua bilangan ganjil
  • himpunan bilangan - bilangan bulat ganjil
  • Z = {20(x<4,6 x elemen bilangan ganjil}
  • P ={ pisang, jerul, apel, anggur}
  • R = { empat huruf pertama pada abjad}

* NOTASI DAN ANGGOTA HIMPUNAN
  
           Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C,......,Z). Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan {......}.
           Anggota himpunan disebut juga dengan elemen hipunan. Anggota atau elemen himpunan adalah semua unsur yang terdapat didalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan menggunakan simbol dengan bacaan elemen, sedangkan yang bukan dilambangkan dengan bacaan bukan elemen.

* MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
            
            Ada tiga cara untuk menyatakan suatu metode himpunan, yaitu:
  1. Mendaftarkan,  adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggota satu persatu, contoh x bilangan kurang dari 10, ditulis A={ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  2. Menggunkan notasi pembentukan himpunan, yaitu dengan menyatakan suatu himpunan dengan variabel dan menyatakan sifat - sifatnya, contohnya B adalah suatu himpunan yang anggota bilangannya genap, ditulis B={x/x adalah bilangan genap}
  3. Dengan menggunakan kata - kata,  yaitu dengan cara merangkai kata - kata yang menggambarkan suatu bilangan, contoh A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat, ditulis A={ hewan kaki empat}
 HIMPUNAN KOSONG

             Himpunan kosong adalah himpunan ynag tidak memiliki bilangan dan dilambangkan dengan {} atau kosong.
 contoh:
 D={ x/x orang yang tingginya 5 meter}
 F={ x/x billangan prima antar J dan 11}

      Pada contoh diatas adakah saan ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara J dan 11? ( coba piki)
       Sekarang cobalah kalian membuat materi himpunan yang mendefenisikan himpunan kosong ( waktu 5m), jadi dapat disimpulkan bahwa himpunan tersebut tidak dapat didefenisikan sehingga setiap anggota dari kalimat tersebut tidak dapat ditulliskan.

* HIMPUNAN SALING LEPAS
            
            adalah  dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
contoh:
 L={1, 3, 5, 7, 9, 11}
G={2, 4, 6, 8, 10, 12}
   dapat diperhatikan bahwa tidak ada anggota himpunna ynang sama antara himpunna L dan G sehingga dapat disimpulkan bahwa dua himpunan tersebut saling lepas, jadi L//G.

 HIMPUNAN TIDAK SALING LEPAS
        adalah dua himpunan yang tidak kosong diketahui tidak saling lepas ( berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama.
 contoh:
P={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

S={2, 3, 4, 8}
  Himpunan  P dan S tidak saling lepas karena mempunyai anggotabyang sama, yaitu { 2, 3, 4, 8}

             Irisan dua himpunan ( interaksi) adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B.
            Gabungan dua himpunan adalah himpunan semua objek yang mennjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B.


   2. ALJABAR
                
            Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Huruf - huruf yang terdapat dibentuk aljabar digunakan sebagai pengganti angka.
            Dalam mempelajari materi aljabar kita harus mengetahui bentuk dari aljabar tersebut, diantaranya:

  • Variabel
  • Koefisien
  • Konstanta
* variabel yaitu lambang yang diganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas,
* koefisien yaitu sebuah bilangan yang mengandung variabel,
* konstanta yaitu sebuah bilangan yang tidak mengandung variabel  dan sudah diketahui nilainya dengan jelas.

contoh:
1). 2x + 3y +3                                                 2). -4x + (-3y) = 4
variabel = x dan y                                            variabel = x dan y
konstanta = 3                                                    konstanta = 4
koefisien = 2                                                     koefisien = -4 dan -3

*OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
      1). Operasi Penjumlahan dan Pengurangan.
           yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar yang hanya dapat dilakukan pada suku jenis, dengan cara mengoperasikan pada konstanta.
     
      2). Operasi Perkalian dan Pembagian
        *PERKALIAN 
           ingat kembali bahwa pada operasi perkalian bilangan bulat terdapat sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan yaitu a ( b + c ) = ab + ac, dan a ( b - c ) = ab - ac, dan pada operasi perkalian bentuk aljabar sifat ttersebut juga berlaku.
         * PEMBAGIAN
            Operasi pembagian pada bentuk aljabar dilakukan dengan cara membagi konstantanya seperti biasa, namun bentuk variabelnya diperhatikan terlebih dahulu koefisien dari kedua variabelnya kemudian  bagi masing - masing variabelnya dengan koefisiennya.


    
    3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
     
       Sistem Persamaan Linier adalah sekumpulan linier yang terdiri dari beberapa variabel dan dapat menyelesaikan persamaan tersebut.

      * Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ( SPLDV )
         SPLDV yaitu, suatu sistem / kumpulan dua variabel berpangkat satu dan saling berkaitan sehingga terdapat suatu penyelesaian.
         Bentuk umum persamaan linier dua variabel:
ax + by = c, dimana ( ab sebagai koefisien ), ( xy sebagai variabel ) dan ( c sebagai konstanta )

      Dalam penyelesaian soal atau latihan yang terdapat dalam setiap soal dan contoh soal, menyelesaikan jawaban dari setiap tugas dapat mengguankan tiga metode penyelesaian, yaitu eliminasi, subtitusi, dan campuran.

      * Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel ( SPLTV )
        SPLTV yaitu, suatu persamaan yang terdiri dari tiga variabel yang berpangkat lebih dari satu yang saling berkaitan.
          Bentuk umum persamaan linier tiga variabel:
ax + by + cz = d
kx + ly + mz = n,   dengan a, b, c, d, k, l, m, n, p, q, r, s elemen R
px + qy + rz = s

 Dalam penyelesaian contoh soal pada sitem persamaan tiga variabel tersebut yaitu sama dengan penyelesaian sitem persamaan linier dua variabel yaitu dengan cara  eliminasi, subtitusi dan campuran/gabungan.







🔺  TERIMAKASI ATAS PERHATIANNYA 🔺 


""Jangan Pernah Merasa Puas Dengan Ilmu Yang Telah Didapat""

Wassalamualaikum wr.wb

no image
       Bismillaaahirrohmaaanirrohiiim
Assalamualaikum wr.wb

NAMA : EVNI SRI WAHYUNI HARAHAP
NIM : 1720200072

TUGAS PROYEK AKHIR

Materi tugas proyek akhir :
  1. HIMPUNAN
  2. ALJABAR
  3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
*PEMBAHASAN MATERI

  1. HIMPUNAN
           Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefenisikan dengan jelas, sehingga dengan tetap dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan.

contoh:
  • himpunan semua huruf bilangan abjad, yaitu a, i, u, e, o
  • himpunan semua bilangan genap
  • himpunan semua bilangan ganjil
  • himpunan bilangan - bilangan bulat ganjil
  • Z = {20(x<4,6 x elemen bilangan ganjil}
  • P ={ pisang, jerul, apel, anggur}
  • R = { empat huruf pertama pada abjad}

* NOTASI DAN ANGGOTA HIMPUNAN
  
           Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C,......,Z). Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan {......}.
           Anggota himpunan disebut juga dengan elemen hipunan. Anggota atau elemen himpunan adalah semua unsur yang terdapat didalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan menggunakan simbol dengan bacaan elemen, sedangkan yang bukan dilambangkan dengan bacaan bukan elemen.

* MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
            
            Ada tiga cara untuk menyatakan suatu metode himpunan, yaitu:
  1. Mendaftarkan,  adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggota satu persatu, contoh x bilangan kurang dari 10, ditulis A={ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  2. Menggunkan notasi pembentukan himpunan, yaitu dengan menyatakan suatu himpunan dengan variabel dan menyatakan sifat - sifatnya, contohnya B adalah suatu himpunan yang anggota bilangannya genap, ditulis B={x/x adalah bilangan genap}
  3. Dengan menggunakan kata - kata,  yaitu dengan cara merangkai kata - kata yang menggambarkan suatu bilangan, contoh A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat, ditulis A={ hewan kaki empat}
 HIMPUNAN KOSONG

             Himpunan kosong adalah himpunan ynag tidak memiliki bilangan dan dilambangkan dengan {} atau kosong.
 contoh:
 D={ x/x orang yang tingginya 5 meter}
 F={ x/x billangan prima antar J dan 11}

      Pada contoh diatas adakah saan ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara J dan 11? ( coba piki)
       Sekarang cobalah kalian membuat materi himpunan yang mendefenisikan himpunan kosong ( waktu 5m), jadi dapat disimpulkan bahwa himpunan tersebut tidak dapat didefenisikan sehingga setiap anggota dari kalimat tersebut tidak dapat ditulliskan.

* HIMPUNAN SALING LEPAS
            
            adalah  dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
contoh:
 L={1, 3, 5, 7, 9, 11}
G={2, 4, 6, 8, 10, 12}
   dapat diperhatikan bahwa tidak ada anggota himpunna ynang sama antara himpunna L dan G sehingga dapat disimpulkan bahwa dua himpunan tersebut saling lepas, jadi L//G.

 HIMPUNAN TIDAK SALING LEPAS
        adalah dua himpunan yang tidak kosong diketahui tidak saling lepas ( berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama.
 contoh:
P={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

S={2, 3, 4, 8}
  Himpunan  P dan S tidak saling lepas karena mempunyai anggotabyang sama, yaitu { 2, 3, 4, 8}

             Irisan dua himpunan ( interaksi) adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B.
            Gabungan dua himpunan adalah himpunan semua objek yang mennjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B.


   2. ALJABAR
                
            Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Huruf - huruf yang terdapat dibentuk aljabar digunakan sebagai pengganti angka.
            Dalam mempelajari materi aljabar kita harus mengetahui bentuk dari aljabar tersebut, diantaranya:

  • Variabel
  • Koefisien
  • Konstanta
* variabel yaitu lambang yang diganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas,
* koefisien yaitu sebuah bilangan yang mengandung variabel,
* konstanta yaitu sebuah bilangan yang tidak mengandung variabel  dan sudah diketahui nilainya dengan jelas.

contoh:
1). 2x + 3y +3                                                 2). -4x + (-3y) = 4
variabel = x dan y                                            variabel = x dan y
konstanta = 3                                                    konstanta = 4
koefisien = 2                                                     koefisien = -4 dan -3

*OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
      1). Operasi Penjumlahan dan Pengurangan.
           yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar yang hanya dapat dilakukan pada suku jenis, dengan cara mengoperasikan pada konstanta.
     
      2). Operasi Perkalian dan Pembagian
        *PERKALIAN 
           ingat kembali bahwa pada operasi perkalian bilangan bulat terdapat sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan yaitu a ( b + c ) = ab + ac, dan a ( b - c ) = ab - ac, dan pada operasi perkalian bentuk aljabar sifat ttersebut juga berlaku.
         * PEMBAGIAN
            Operasi pembagian pada bentuk aljabar dilakukan dengan cara membagi konstantanya seperti biasa, namun bentuk variabelnya diperhatikan terlebih dahulu koefisien dari kedua variabelnya kemudian  bagi masing - masing variabelnya dengan koefisiennya.


    
    3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
     
       Sistem Persamaan Linier adalah sekumpulan linier yang terdiri dari beberapa variabel dan dapat menyelesaikan persamaan tersebut.

      * Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ( SPLDV )
         SPLDV yaitu, suatu sistem / kumpulan dua variabel berpangkat satu dan saling berkaitan sehingga terdapat suatu penyelesaian.
         Bentuk umum persamaan linier dua variabel:
ax + by = c, dimana ( ab sebagai koefisien ), ( xy sebagai variabel ) dan ( c sebagai konstanta )

      Dalam penyelesaian soal atau latihan yang terdapat dalam setiap soal dan contoh soal, menyelesaikan jawaban dari setiap tugas dapat mengguankan tiga metode penyelesaian, yaitu eliminasi, subtitusi, dan campuran.

      * Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel ( SPLTV )
        SPLTV yaitu, suatu persamaan yang terdiri dari tiga variabel yang berpangkat lebih dari satu yang saling berkaitan.
          Bentuk umum persamaan linier tiga variabel:
ax + by + cz = d
kx + ly + mz = n,   dengan a, b, c, d, k, l, m, n, p, q, r, s elemen R
px + qy + rz = s

 Dalam penyelesaian contoh soal pada sitem persamaan tiga variabel tersebut yaitu sama dengan penyelesaian sitem persamaan linier dua variabel yaitu dengan cara  eliminasi, subtitusi dan campuran/gabungan.







🔺  TERIMAKASI ATAS PERHATIANNYA 🔺 


""Jangan Pernah Merasa Puas Dengan Ilmu Yang Telah Didapat""

Wassalamualaikum wr.wb

no image
       Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum wr.wb

NAMA : EVNI SRI WAHYUNI HARAHAP
NIM : 1720200072

TUGAS PROYEK AKHIR

Materi tugas proyek akhir :
  1. HIMPUNAN
  2. ALJABAR
  3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
*PEMBAHASAN MATERI

  1. HIMPUNAN
           Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefenisikan dengan jelas, sehingga dengan tetap dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan.

contoh:
  • himpunan semua huruf bilangan abjad, yaitu a, i, u, e, o
  • himpunan semua bilangan genap
  • himpunan semua bilangan ganjil
  • himpunan bilangan - bilangan bulat ganjil
  • Z = {20(x<4,6 x elemen bilangan ganjil}
  • P ={ pisang, jerul, apel, anggur}
  • R = { empat huruf pertama pada abjad}

* NOTASI DAN ANGGOTA HIMPUNAN
  
           Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C,......,Z). Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan {......}.
           Anggota himpunan disebut juga dengan elemen hipunan. Anggota atau elemen himpunan adalah semua unsur yang terdapat didalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan menggunakan simbol dengan bacaan elemen, sedangkan yang bukan dilambangkan dengan bacaan bukan elemen.

* MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
            
            Ada tiga cara untuk menyatakan suatu metode himpunan, yaitu:
  1. Mendaftarkan,  adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggota satu persatu, contoh x bilangan kurang dari 10, ditulis A={ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  2. Menggunkan notasi pembentukan himpunan, yaitu dengan menyatakan suatu himpunan dengan variabel dan menyatakan sifat - sifatnya, contohnya B adalah suatu himpunan yang anggota bilangannya genap, ditulis B={x/x adalah bilangan genap}
  3. Dengan menggunakan kata - kata,  yaitu dengan cara merangkai kata - kata yang menggambarkan suatu bilangan, contoh A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat, ditulis A={ hewan kaki empat}
 HIMPUNAN KOSONG

             Himpunan kosong adalah himpunan ynag tidak memiliki bilangan dan dilambangkan dengan {} atau kosong.
 contoh:
 D={ x/x orang yang tingginya 5 meter}
 F={ x/x billangan prima antar J dan 11}

      Pada contoh diatas adakah saan ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara J dan 11? ( coba piki)
       Sekarang cobalah kalian membuat materi himpunan yang mendefenisikan himpunan kosong ( waktu 5m), jadi dapat disimpulkan bahwa himpunan tersebut tidak dapat didefenisikan sehingga setiap anggota dari kalimat tersebut tidak dapat ditulliskan.

* HIMPUNAN SALING LEPAS
            
            adalah  dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
contoh:
 L={1, 3, 5, 7, 9, 11}
G={2, 4, 6, 8, 10, 12}
   dapat diperhatikan bahwa tidak ada anggota himpunna ynang sama antara himpunna L dan G sehingga dapat disimpulkan bahwa dua himpunan tersebut saling lepas, jadi L//G.

 HIMPUNAN TIDAK SALING LEPAS
        adalah dua himpunan yang tidak kosong diketahui tidak saling lepas ( berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama.
 contoh:
P={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

S={2, 3, 4, 8}
  Himpunan  P dan S tidak saling lepas karena mempunyai anggotabyang sama, yaitu { 2, 3, 4, 8}

             Irisan dua himpunan ( interaksi) adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B.
            Gabungan dua himpunan adalah himpunan semua objek yang mennjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B.


   2. ALJABAR
                
            Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Huruf - huruf yang terdapat dibentuk aljabar digunakan sebagai pengganti angka.
            Dalam mempelajari materi aljabar kita harus mengetahui bentuk dari aljabar tersebut, diantaranya:

  • Variabel
  • Koefisien
  • Konstanta
* variabel yaitu lambang yang diganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas,
* koefisien yaitu sebuah bilangan yang mengandung variabel,
* konstanta yaitu sebuah bilangan yang tidak mengandung variabel  dan sudah diketahui nilainya dengan jelas.

contoh:
1). 2x + 3y +3                                                 2). -4x + (-3y) = 4
variabel = x dan y                                            variabel = x dan y
konstanta = 3                                                    konstanta = 4
koefisien = 2                                                     koefisien = -4 dan -3

*OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
      1). Operasi Penjumlahan dan Pengurangan.
           yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar yang hanya dapat dilakukan pada suku jenis, dengan cara mengoperasikan pada konstanta.
     
      2). Operasi Perkalian dan Pembagian
        *PERKALIAN 
           ingat kembali bahwa pada operasi perkalian bilangan bulat terdapat sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan yaitu a ( b + c ) = ab + ac, dan a ( b - c ) = ab - ac, dan pada operasi perkalian bentuk aljabar sifat ttersebut juga berlaku.
         * PEMBAGIAN
            Operasi pembagian pada bentuk aljabar dilakukan dengan cara membagi konstantanya seperti biasa, namun bentuk variabelnya diperhatikan terlebih dahulu koefisien dari kedua variabelnya kemudian  bagi masing - masing variabelnya dengan koefisiennya.


    
    3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
     
       Sistem Persamaan Linier adalah sekumpulan linier yang terdiri dari beberapa variabel dan dapat menyelesaikan persamaan tersebut.

      * Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ( SPLDV )
         SPLDV yaitu, suatu sistem / kumpulan dua variabel berpangkat satu dan saling berkaitan sehingga terdapat suatu penyelesaian.
         Bentuk umum persamaan linier dua variabel:
ax + by = c, dimana ( ab sebagai koefisien ), ( xy sebagai variabel ) dan ( c sebagai konstanta )

      Dalam penyelesaian soal atau latihan yang terdapat dalam setiap soal dan contoh soal, menyelesaikan jawaban dari setiap tugas dapat mengguankan tiga metode penyelesaian, yaitu eliminasi, subtitusi, dan campuran.

      * Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel ( SPLTV )
        SPLTV yaitu, suatu persamaan yang terdiri dari tiga variabel yang berpangkat lebih dari satu yang saling berkaitan.
          Bentuk umum persamaan linier tiga variabel:
ax + by + cz = d
kx + ly + mz = n,   dengan a, b, c, d, k, l, m, n, p, q, r, s elemen R
px + qy + rz = s

 Dalam penyelesaian contoh soal pada sitem persamaan tiga variabel tersebut yaitu sama dengan penyelesaian sitem persamaan linier dua variabel yaitu dengan cara  eliminasi, subtitusi dan campuran/gabungan.







🔺  TERIMAKASI ATAS PERHATIANNYA 🔺 


""Jangan Pernah Merasa Puas Dengan Ilmu Yang Telah Didapat""

Wassalamualaikum wr.wb

Tugas proyek akhir DESAIN WEB Semerter VI
Bismillaaahirrohmaaanirrohiiim
Assalamualaikum wr.wb

NAMA : EVNI SRI WAHYUNI HARAHAP
NIM : 1720200072


TUGAS PROYEK AKHIR DESAIN WEB
"HIMPUNAN"
    
  Pada konten kali ini merupakan TUGAS PROYEK AKHIR DESAIN WEB SEMESTER VI materi HIMPUNAN. Pada judul ini membahahs tentang pengertian dari HIMPUNAN, contoh anggota HIMPUNAN, notasi dari anggota HIMPUNAN, bagian - bagian dari HIMPUNAN, , dan syarat dari membuat syarat HIMPUNAN.


                               


TUGAS PROYEK AKHIR

Materi tugas proyek akhir :
  1. HIMPUNAN
  2. ALJABAR
  3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
*PEMBAHASAN MATERI

  1. HIMPUNAN
           Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefenisikan dengan jelas, sehingga dengan tetap dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan.

contoh:
  • himpunan semua huruf bilangan abjad, yaitu a, i, u, e, o
  • himpunan semua bilangan genap
  • himpunan semua bilangan ganjil
  • himpunan bilangan - bilangan bulat ganjil
  • Z = {20(x<4,6 x elemen bilangan ganjil}
  • P ={ pisang, jerul, apel, anggur}
  • R = { empat huruf pertama pada abjad}

* NOTASI DAN ANGGOTA HIMPUNAN
  
           Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C,......,Z). Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan {......}.
           Anggota himpunan disebut juga dengan elemen hipunan. Anggota atau elemen himpunan adalah semua unsur yang terdapat didalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan menggunakan simbol dengan bacaan elemen, sedangkan yang bukan dilambangkan dengan bacaan bukan elemen.

MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
            
            Ada tiga cara untuk menyatakan suatu metode himpunan, yaitu:
  1. Mendaftarkan,  adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggota satu persatu, contoh x bilangan kurang dari 10, ditulis A={ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  2. Menggunkan notasi pembentukan himpunan, yaitu dengan menyatakan suatu himpunan dengan variabel dan menyatakan sifat - sifatnya, contohnya B adalah suatu himpunan yang anggota bilangannya genap, ditulis B={x/x adalah bilangan genap}
  3. Dengan menggunakan kata - kata,  yaitu dengan cara merangkai kata - kata yang menggambarkan suatu bilangan, contoh A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat, ditulis A={ hewan kaki empat}
 HIMPUNAN KOSONG

             Himpunan kosong adalah himpunan ynag tidak memiliki bilangan dan dilambangkan dengan {} atau kosong.
 contoh:
 D={ x/x orang yang tingginya 5 meter}
 F={ x/x billangan prima antar J dan 11}

      Pada contoh diatas adakah saan ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara J dan 11? ( coba piki)
       Sekarang cobalah kalian membuat materi himpunan yang mendefenisikan himpunan kosong ( waktu 5m), jadi dapat disimpulkan bahwa himpunan tersebut tidak dapat didefenisikan sehingga setiap anggota dari kalimat tersebut tidak dapat ditulliskan.

HIMPUNAN SALING LEPAS
            
            adalah  dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
contoh:
 L={1, 3, 5, 7, 9, 11}
G={2, 4, 6, 8, 10, 12}
   dapat diperhatikan bahwa tidak ada anggota himpunna ynang sama antara himpunna L dan G sehingga dapat disimpulkan bahwa dua himpunan tersebut saling lepas, jadi L//G.

 HIMPUNAN TIDAK SALING LEPAS
        adalah dua himpunan yang tidak kosong diketahui tidak saling lepas ( berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama.
 contoh:
P={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

S={2, 3, 4, 8}
  Himpunan  P dan S tidak saling lepas karena mempunyai anggotabyang sama, yaitu { 2, 3, 4, 8}

             Irisan dua himpunan ( interaksi) adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B.
            Gabungan dua himpunan adalah himpunan semua objek yang mennjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B.


   2. ALJABAR
                
            Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Huruf - huruf yang terdapat dibentuk aljabar digunakan sebagai pengganti angka.
            Dalam mempelajari materi aljabar kita harus mengetahui bentuk dari aljabar tersebut, diantaranya:

  • Variabel
  • Koefisien
  • Konstanta
variabel yaitu lambang yang diganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas,
* koefisien yaitu sebuah bilangan yang mengandung variabel,
* konstanta yaitu sebuah bilangan yang tidak mengandung variabel  dan sudah diketahui nilainya dengan jelas.

contoh:
1). 2x + 3y +3                                                 2). -4x + (-3y) = 4
variabel = x dan y                                            variabel = x dan y
konstanta = 3                                                    konstanta = 4
koefisien = 2                                                     koefisien = -4 dan -3

*OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
      1). Operasi Penjumlahan dan Pengurangan.
           yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar yang hanya dapat dilakukan pada suku jenis, dengan cara mengoperasikan pada konstanta.
     
      2). Operasi Perkalian dan Pembagian
        *PERKALIAN 
           ingat kembali bahwa pada operasi perkalian bilangan bulat terdapat sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan yaitu a ( b + c ) = ab + ac, dan a ( b - c ) = ab - ac, dan pada operasi perkalian bentuk aljabar sifat ttersebut juga berlaku.
         * PEMBAGIAN
            Operasi pembagian pada bentuk aljabar dilakukan dengan cara membagi konstantanya seperti biasa, namun bentuk variabelnya diperhatikan terlebih dahulu koefisien dari kedua variabelnya kemudian  bagi masing - masing variabelnya dengan koefisiennya.


    
    3. SISTEM PERSAMAAN LINIER
     
       Sistem Persamaan Linier adalah sekumpulan linier yang terdiri dari beberapa variabel dan dapat menyelesaikan persamaan tersebut.

      * Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ( SPLDV )
         SPLDV yaitu, suatu sistem / kumpulan dua variabel berpangkat satu dan saling berkaitan sehingga terdapat suatu penyelesaian.
         Bentuk umum persamaan linier dua variabel:
ax + by = c, dimana ( ab sebagai koefisien ), ( xy sebagai variabel ) dan ( c sebagai konstanta )

      Dalam penyelesaian soal atau latihan yang terdapat dalam setiap soal dan contoh soal, menyelesaikan jawaban dari setiap tugas dapat mengguankan tiga metode penyelesaian, yaitu eliminasi, subtitusi, dan campuran.

      * Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel ( SPLTV )
        SPLTV yaitu, suatu persamaan yang terdiri dari tiga variabel yang berpangkat lebih dari satu yang saling berkaitan.
          Bentuk umum persamaan linier tiga variabel:
ax + by + cz = d
kx + ly + mz = n,   dengan a, b, c, d, k, l, m, n, p, q, r, s elemen R
px + qy + rz = s

 Dalam penyelesaian contoh soal pada sitem persamaan tiga variabel tersebut yaitu sama dengan penyelesaian sitem persamaan linier dua variabel yaitu dengan cara  eliminasi, subtitusi dan campuran/gabungan.







🔺  TERIMAKASI ATAS PERHATIANNYA 🔺 


""Jangan Pernah Merasa Puas Dengan Ilmu Yang Telah Didapat""

Wassalamualaikum wr.wb



                                       


SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL
SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL

        Pada judul kali ini merupakan TUGAS PROYEK akhir dari pembelajaran DESAIN WEB materi SMA KELAS X. Pada judul ini membahas tentang penyelesaian contoh soal pada judul materi dengan penyelesaian contoh soal tiga penyelesaian dalam pembahasan.


no image

TRIK MATEMATIKA

PENJUMLAHAN CEPAT


 Trik ini kita bagi mejadi 3 jenis bilangan berpola, yaitu :
  1. Blilagan berurutan ( memiliki beda satu ) seperti 5, 6, 7,8, 9.
  2. Bilnagan dengan beda tertentu ( barisan aritmatika ) seperti 15, 19, 23, 27.
  3. Bilangan dengan rasio tertentu, seperti 3, 6, 12, 24.
* Trik penjumlahan bilanga berurutan
        Jika sobat ditanya berapakah jumlah bilangan mulai dari 33 sampai dengan 41? coba trik berikut:
 Jumlahkan bilangan terkecil dari kelompok tersebut, kemudian kalikan dengan jumlah anggota bilangan dan hasilnya dibagi 2.
Jadi hasil dari penjujlahan 33 + 34 + .... + 41 bisa dikerjakan dengan trik
 Langkah 1 : jumlahkan bilangan terkecil dengan bilngan terbesar 33 + 41 = 74
 Langkah 2 : kalikan dengan jumlah anggota bilangan 74 * 9 = 666
 Langkah 3 : bagikan hasilnya dengan 2./
                      666 : 2 = 333.
no image
Data diri
Nama : EVNI SRI WAHYUNI HRP
Ttgl     : Siunggam Jae 06 November 1998
Alamat : Desa Siunggam Jae
No Hp : 082163048084
Anak ke : 2 dari 2 Bersaudara
Status : Pelajar
Motto : Jangan pernah MUNDUR sebelum kamu MENCOBA

Data pendidikan
SD : SD N. 101320 Desa Siunggam Jae
SMP : SMP N. 4 Padang Bolak
SMA : MAN Paluta
Universitas : IAIN Padangsidimpuan


   

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.